Games Berdasarkan Jenis Platform-nya

Posted by PoSh_MeVu Friday, 27 May 2011

Apa kabar para blogger? Udah lama juga yaa ternyata saya ga posting di blog saya ini. Maklum sibuk dengan aktivitas kuliah. Maaf yaa. Hehehe. :)


Kali ini saya akan posting artikel yang berhubungan dengan mata kuliah softskill saya lagi, yaitu Pengantar Teknologi Game. Nah jadi disini saya akan menjelaskan beberapa jenis games yang terbagi menurut klasifikasinya. Disimak langsung saja yaa.


GAMES BERDASARKAN JENIS PLATFORM YANG DIGUNAKAN

Arcade games
Arcade games atau kalo di Indonesia sih sering di sebut dengan ding-dong, biasanya berada di daerah / tempat khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design untuk jenis video games tertentu dan tidak jarang bahkan memiliki fitur yang dapat membuat pemainnya lebih merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol, kursi khusus, sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta transmisinya tentunya).


PC Games
PC games adalah video games yang dimainkan menggunakan Personal Computers.


Console games
Console games adalah video games yang dimainkan menggunakan console tertentu, seperti Playstation 2, Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii.


Handheld games
Handheld games adalah video games yang dimainkan di console khusus video game yang dapat dibawa kemana-mana atau disebut juga dengan portable console, contohnya seperti Nintendo DS dan Sony PSP.


Mobile games
Mobile games adalah video games yang dapat dimainkan atau khusus dimainkan untuk mobile phone atau PDA.


Demikianlah pembahasan singkat beberapa jenis games menurut Platform yang digunakannya. Mungkin itu saja yang saya jelaskan pada postingan saya kali ini, kurang lebihnya saya mohon maaf yaa. Semoga postingan saya ini dapat memberikan informasi yang berguna para blogger, khususnya bagi saya sendiri. Pada postingan selanjutnya saya akan kembali membahas jenis-jenis games, namun menurut klasifikasinya yang lain. Ditunggu saja yaa. :)



Tutorial Membuat Object Kamera dengan Menggunakan Blender - Part 3

Posted by PoSh_MeVu Thursday, 13 January 2011

Postingan kali ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya. Pada postingan kali ini saya akan menampilkan video animasi 3D yang telah saya buat bersama dengan kelompok saya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat langsung pada video dibawah ini.





Atau apabila anda ingin mendownload video ini, anda dapat mendownloadnya langsung dengan mengklik link dibawah ini.

Download Video Here

Demikianlah postingan saya kali ini tentang video pembuatan animasi 3D yang menjadi bagian dari tugas mata kuliah softskill saya. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua. Terima Kasih.

Tutorial Membuat Object Kamera dengan Menggunakan Blender - Part 1

Posted by PoSh_MeVu Monday, 10 January 2011

Postingan kali ini saya ingin memberikan sedikit informasi dan tutorial dalam membuat sebuah object Kamera dengan menggunakan Blender. Postingan ini menjadi bagian dari tugas mata kuliah softskill saya dalam membuat animasi 3D. Nah di Part 1 ini saya hanya akan membahas gimana cara membuat object Kamera tersebut. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Untuk membuat object Kamera pada Blender, menggunakan beberapa Mesh yang akan membentuk kesatuan dari Kamera itu. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membuat Lensa dari kamera yang akan kita buat. Kita buat dari sebuah Circle seperti dibawah ini :

Diatas ini cara kita memasukan circle ke dalam layer. Pilih add -> Mesh -> Circle, maka setelah kita pilih akan menghasilkan gambar dibawah ini.

Setelah itu kita akan mulai membentuk kameranya dengan memainkan extrude dan scale, kedua perintah itu dapat kita gunakan dengan menekan tombol E dan S.

Diatas kita gunakan extrude untuk menaikan circle ke posisi lebih tinggi, setelah itu kita akan menscale atau mengecilkan bagian atas dari circle ini dengan menggunakan perintah S. dan akan menghasilkan gambar seperti dibawah ini :

Setelah membuat gambar diatas kita akan bentuk bagian atas untuk menyelesaikan pembuatan Lensa ini sehingga kita dapat menggabungkannya dengan body kamera yang akan kita buat setelah ini. Apabila Lensa telah selesai kita buat maka akan menghasilkan seperti ini :

Langkah selanjutnya adalah membuat body dari kamera, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menambahkan object Cube pada Blendernya. Setelah kita masukkan kita setting ukuran dari cube tersebut dengan menggunakan Scale dan tarik vertexnya. Seperti dibawah ini :

Lalu kita set juga panjang dan lebar agar dapat dilihat lebih menarik kamera yang kita buat. Dan hasilnya seperti dibawah ini :

Setelah itu kita akan membuat beberapa bagian dari kamera yang kita buat yaitu layar, sudut pandang dari kamera dan tombol untuk memotret object dari sebuah kamera. Untuk membuat bagian layar dari camera kita akan buat dari sebuah cube juga yang akan dibuat lebar dan tipis sehingga dapat kita bentuk seperti layar, langkah-langkahnya seperti dibawah ini :

Setelah itu kita extrude dan scale kearah dalam dari kotaknya dan kita lakukan pada bagian atas dari kotak tersebut dan hasilnya seperti dibawah ini :

Setelah kita lakukan langkah diatas, maka langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mengextrude kembali bagian atas menuju kedalam dari kotaknya sehingga menjadi seperti dibawah ini :

Dapat kita lihat diatas gambar jadi dari layar untuk kamera yang kita buat, setelah itu kita akan membuat sudut pandang dari kamera dengan cara menscale ulang layarnya menjadi kecil dan hasilnya akan menjadi seperti ini :

Setelah kita selesai membuat beberapa bagian tersebut kita akan membuat tombol untuk kamera ini dengan cara membuatnya dari tube yang discale mejadi ukuran yang lebih kecil sehingga dapat kita padukan dengan body dari kamera seperti dibawah ini :

Setelah dibuat kita akan menscalenya sehingga menjadi seperti dibawah ini :

Kemudian selanjutnya adalah membuat kaca flash dari kamera. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menambahkan object Cube pada Blendernya sebagai rumah untuk flash kamera. Setelah kita masukkan kita setting ukuran dari cube tersebut dengan menggunakan Scale dan tarik vertexnya.

Setelah itu buat object Cube lagi dengan ukuran yang lebih kecil. yang digunakan sebagai kaca flash kamera. Contoh pembuatan rumah dan kaca flash kamera dapat dilihat seperti gambar dibawah ini :

Lalu kita set juga panjang dan lebar agar dapat dilihat lebih menarik kamera yang kita buat. Dan hasilnya seperti dibawah ini :

Untuk object Cube yang sebagai kaca flash kamera, buat object tersebut menjadi terlihat seperti kaca dengan memilih menu Transparency dan diatur besarnya Alpha, Specular dan Amount-nya sesuai dengan keinginan kita.

Pembuatan object selanjutnya adalah membuat kaca dari lensa kamera. Pertama, kita harus membuat object Tube yang discale mejadi ukuran yang lebih kecil sehingga dapat kita padukan dengan object Lensa kamera yang telah kita buat sebelumnya seperti dibawah ini :

Setelah dibuat kita akan menscalenya sehingga menjadi seperti dibawah ini :

Kemudian kita ubah object tersebut agar terlihat seperti kaca Lensa dengan memilih menu Transparency dan diatur besarnya Alpha, Specular dan Amount-nya sesuai dengan keinginan kita.

Dan setelah semua bagian selesai maka langkah selanjutnya adalah menggabungkannya menjadi kesatuan utuh dari sebuah kamera, maka akan jadi seperti gambar dibawah ini :



















Nah sekarang saya mau posting lagi nih. Postingan kali ini tentang kegiatan apa saja (diluar perkuliahan) yang sudah pernah saya ikuti. Yaa bisa dibilang seperti kegiatan untuk mengasah softskill gitu deh. Berikut saya jabarkan daftar kegiatan softskill yang sudah pernah saya ikuti selama ini.

Seminar :
1. "SMS Gateway" pada tanggal 10 November 2009 (held by HIMTI Universitas Gunadarma)
2. "Open Solaris : Technology Update" pada tanggal 16 November 2009 (held by Universitas Gunadarma)
3. "Continuous Security in Preventing Modern Crime" pada tanggal 4 Februari 2010 (held by Universitas Gunadarma)
4. "UG Mind Sport" pada tanggal 16 Februari 2010 (held by Universitas Gunadarma)
5. "KOMPRES 2010" pada tanggal 28 Desember 2010 (held by Universitas Gunadarma)

Workshop : -

Kursus : -

Kegiatan Lain :
1. Asisten Laboratorium Informatika Universitas Gunadarma
2. Seleksi Peserta Finalis KOMPRES 2010 kategori 3D Animation

Untuk kegiatan Workshop sama Kursus saya belum pernah ikuti dikarenakan belum menemukan jadwal yang tepat. InsyaALLAH saya berencana ingin mengambil Workshop dan Kursus di semester 6 atau semester 7 nanti.

Segitu aja deh untuk postingan saya kali ini. Apabila ada kekurangan saya mohon maaf. Saya minta do'anya mudah-mudahan saya bisa cepat-cepat mengambil Workshop dan Kursus serta lulus dalam sidang PI saya semester depan. Amin.

SINTEL

Posted by PoSh_MeVu Sunday, 9 January 2011

Sumber: film-animasi.blogspot.com

Genre : Drama action
Produksi : Blender Institute Production
Sutradara : Colin Levy
Pengisi suara : Halina Reijn,Tom Aoffman
Tanggal rilis : 17 September 2010
Durasi : 15 menit

Film animasi pendek ini dibuat dengan program Blender 3D yang bisa didownload secara gratis (open source). Dengan demikian film ini juga bisa didapat dengan gratis karena film ini digunakan oleh perusahaan pembuat program Blender 3D yaitu Blender Foundation yang berpusat di Belanda untuk memperkenalkan produknya.
Film animasi ini durasinya memang sangat singkat yaitu hanya 15 menit tapi ceritanya cukup mengharukan dan berkesan sangat dalam.



Film ini bercerita tentang seorang gadis remaja bernama Sintel yang menemukan seekor naga kecil yang terluka sayapnya sehingga tidak bisa terbang. Dengan penuh kasih saying, Sintel merawat luka naga kecil itu sehingga sembuh dan merekapun menjadi sepasang sahabat yang sangat akrab. Sintel memberi nama naga kecilnya itu Scales.

Tetapi pada suatu hari ketika Sintel sedang berjalan-jalan dengan Scales tiba-tiba datang seekor naga besar yang menculik Scales. Sintel tidak bisa berbuat apa-apa karena naga besar itu langsung terbang dan membawa pergi Scales..

Demi rasa sayangnya kepada Scales, Sintel nekad mencari Scales di puncak gunung yang bersalju. Berbagai halangan harus dihadapi Sintel yaitu serangan binatang buas dan perampok tetapi Sintel mampu menghadapinya.
Tetapi karena kelelahan, Sintel akhirnya pingsan.



Untunglah Sintel diselamatkan oleh seorang kakek. Sebelum Sintel meninggalkan Sang Kakek untuk meneruskan perjalannya mencari Scales, Sang Kakek sempat memberi bekal kepada Sintel yaitu sebuah senjata tombak.



Setelah melalui perjalanan panjang akhirnya Sintel berhasi menemukan gua tempat tinggal naga. Di gua itu Sintel menemukan 2 ekor naga yaitu seekor naga kecil yang kelihatannya adalah Scales dan seekor naga besar yang kelihatannya adalah naga yang menculik Scales.
Tetapi si naga besar mengetahui kedatangan Sintel dan langsung menyerang. Setelah melalui pertarungan yang seru, Sintel akhirnya berhasil membunuh si naga besar dengan tombak pemberian sang kakek.

Tetapi betapa hancur hati Sintel setelah mengetahui siapa sebenarnya naga besar yang telah dibunuhnya, siapakah dia? Saya persilahkan untuk menonton sendiri filmnya yang sudah saya sediakan di blog ini.



Akhirnya saya bisa kembali posting tulisan di blog saya ini. Untuk kali ini saya akan memposting artikel untuk melengkapi tugas kuliah untuk mata kuliah Softskill saya. Pada mata kulaih Softskill ini saya mendapat tugas untuk membuat sebuah animasi 3 dimensi (3D) dalam bentuk seperti sebuah iklan tentang kampus saya. Pembuatan animasi 3D ini menggunakan aplikasi yang bernama Blender. Blender merupaka sebuah aplikasi permodelan grafis 3D yang bersifat open source. Nah disini saya ingin menjelaskan sedikit tentang sejarah dan perkembangan aplikasi Blender ini.

Sejarah dan perkembangan Blender dimulai pada tahun 1988 saat Ton Roosendaal mendanai sebuah perusahaan yang bergerak dibidang animasi yang bernama NeoGeo. NeoGeo selanjutnya berkembang pesat sehingga menjadi sebuah perusahaan animasi terbesar di Belanda dan menjadi salah satu perusahaan animasi terdepan di Eropa lhoo. Ton Roosendaal ini sendiri selain bertanggung jawab sebagai art director, dia juga bertanggung jawab atas pengembangan software internal.

Setelah melalui masa pengembangan yang cukup panjang, akhirnya pada tahun 1995 dirilis lah sebuah software yang dinamakan Blender. Setelah dilakukan penelitian, ternyata Blender memiliki potensi untuk dapat digunakan oleh artis–artis diluar NeoGeo. Selang beberapa tahun kemudian atau lebih tepatnya pada tahun 1998, Ton mendirikan sebuah perusahaan yang bernama Not a Number (NaN). Perusahaan ini didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan dan memasarkan Blender ini lebih jauh lagi. Cita–cita dari NaN ini sendiri adalah untuk menciptakan sebuah software animasi 3D yang padat, cross platform yang gratis dan dapat digunakan oleh masyarakat komputer yang umum.

Akan tetapi, ambisi NaN ini tidak sesuai dengan kenyataan pasar yang ada pada saat itu. Kemudian pada tahun 2001, dilakukan perombakan pada perusahaan NaN tersebut yang selanjutnya dibentuk ulang menjadi sebuah perusahaan yang lebih kecil. NaN kemudian meluncurkan software komersial pertamanya yang diberi nama, Blender Publisher. Sasaran pasar yang utama untuk software ini sendiri adalah untuk pasar web 3D interaktif. Oleh karena angka penjualan yang rendah serta iklim ekonomi yang tidak menguntungkan pada saat itu, akhirnya perusahaan NaN ini ditutup. Penutupan perusahaan ini juga termasuk dengan penghentian terhadap pengembangan aplikasi Blender itu sendiri.

Karena tidak ingin Blender hilang seperti ditelan waktu begitu saja, Ton Roosendaal kemudian mendirikan lagi sebuah organisasi non-profit yang bernama Blender Foundation. Tujuan utama dari Blender Foundation adalah untuk terus mempromosikan dan mengembangkan Blender sebagai sebuah proyek open source. Dan pada tahun 2002, Blender dirilis kembali dibawah syarat–syarat dari GNU General Public License. Pengembangan aplikasi Blender akhirnya terus berlanjut hingga saat ini.

Demikianlah sejarah dan perkembangan singkat dari Blender yang akhirnya berkembang menjadi sebuah aplikasi berbasis open source. Oh iyaa, pada tahun 2010 kemarin ada sebuah film pendek yang dibuat dengan menggunakan aplikasi Blender lhoo. Judul film tersebut adalah Sintel. Saya akan memberikan sedikit sinopsis film tersebut pada postingan saya selanjutnya. Mungkin itu saja yang dapat saya jabarkan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Semoga informasi ini dapat berguna bagi kita semua, bagi saya sendiri khususnya. Terima Kasih.

Paper Public Handphone (PPH), "Easy Public Pommunication"

Posted by PoSh_MeVu Saturday, 9 January 2010

Iseng-iseng pengen nulis diblog lagi nih. Sekalian buat ngumpulin tugas makul softskill saya. Tapi ga tau deh masih diterima apa ga nih ama dosennya. Mudah-mudahan masih diterima deh. Hehehe..

Kali ini saya pengen sharing tentang Nanotechnology yang dari bulan-bulan kemarin ada dipikiran saya tapi belum sempet saya tuangkan ke dalam tulisan.

Perkembangan teknologi di dunia saat ini memang luar biasa pesat. Persaingan bisnis terus memacu perusahaan-perusahaan untuk terus mengembangkan dan menciptakan produk-produk yang luar biasa canggih. Ide-ide brillian dari para jenius teknologi terus menelurkan karya-karyanya. Nah saya juga sedikit pengen ‘menelurkan’ ide saya untuk perkembangan teknologi walaupun saya bukanlah seorang yang jenius. Saya hanya mahasiswa biasa yang bermimpi ingin seperti jenius-jenius teknologi yang sudah ada sekarang. Hehehe..

Teknologi yang ingin saya kembangkan adalah produk teknologi di bidang komunikasi. Produk teknologi ini saya beri nama Paper Public Handphone (PPH). Apa itu PPH?? PPH atau Paper Public Handphone adalah suatu produk teknologi yang memudahkan seseorang untuk berkomunikasi dengan siapa saja dan dimana saja dengan menggunakan handphone berbentuk kertas. Hah?? Handphone berbentuk kertas?? Maksudnya?? Ya. Handphone berbentuk kertas ini bukan terbuat dari kertas biasa lhoo. Handphone kertas ini terbuat dari kertas buatan Jepang yaitu Washi. Washi adalah kertas yang dibuat secara tradisional Jepang yang memiliki serat lebih panjang sehingga dapat dibuat lebih tipis namun tahan lama dan kuat (tidak mudah lusuh ataupun robek). Handphone kertas ini layaknya handphone pada umumnya. Terdapat tombol-tombol angka yang tipis yang digunakan untuk memasukkan nomor telepon yang ingin dihubungi. Juga terdapat layar monochrome tipis berukuran 240x320pixel. Namun pada Handphone kertas ini tidak terdapat kamera, bluetooth, maupun fasilitas lainnya yang sering dijumpai pada handphone-handphone saat ini.

Terus maksudnya Public apa dong?? Nah itu dia. Public disini maksudnya adalah Handphone kertas ini digunakan sebagai fasilitas umum layaknya telepon umum yang dulu sering digunakan. Fasilitas umum disini maksudnya bukan satu Handphone kertas tersebut dipake buat orang banyak. Namun mesin pencetak Handphone kertas inilah yang bersifat ‘fasilitas umum’. Ya, Handphone kertas ini dapat digunakan dengan mencetaknya melalui mesin pencetak yang terdapat di banyak tempat umum. Dengan memasukkan Access Card (untuk yang pengguna berlangganan) ataupun koin kedalam mesin pencetak tersebut maka mesin tersebut akan mencetak sebuah Handphone kertas. Kalau mengacu pada telepon umum yang dulu sering digunakan kita kan hanya dapat berkomunikasi ditempat telepon umum itu berada saja. Kemudian apabila kita ingin berkomunikasi yang sifatnya pribadi agak susah di telepon umum dulu karena banyaknya pengguna lain yang sudah mengantri ingin menggunakan fasilitas telepon umum juga, sehingga mungkin pembicaraan kita akan didengar oleh orang lain. Namun dengan Handphone kertas ini kita dapat bertelepon ria sambil terus berjalan kemana saja dan kita dapat menjaga keprivasian pembicaraan kita tanpa dapat didengar orang lain. Inilah salah satu keunggulan yang ditawarkan produk Paper Public Handphone ini.

Terus berapa durasi kita dapat berkomunikasi dengan menggunakan Handphone kertas ini?? Kita dapat menggunakan Handphone kertas ini untuk berkomunikasi maksimal selama 30 menit. Apabila kita ingin menggunakan Handphone kertas ini lagi, kita harus mencetak Handphone kertas yang baru dari mesin pencetaknya. Kemudian Handphone kertas yang sudah kita pakai dan habis durasi komunikasinya cukup kita buang ke tempat atau tong khusus menampung Handphone kertas yang tidak terpakai lagi tersebut. Handphone kertas tersebut kemudian nantinya akan didaur ulang untuk dijadikan Handphone kertas yang baru lagi. Jadi Handphone kertas yang tidak terpakai ini tidak akan merusak lingkungan layaknya kertas tulis yang sering dibuang sembarangan dan mengotori lingkungan.

Begitulah sedikit gambaran design dari Nanotechnology yang ingin saya ‘telurkan’. Sederhana dan simple memang, tapi mudah-mudahan berguna untuk perkembangan teknologi di dunia. Hehehe..

Terima kasih buat para pembaca yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel saya ini. Mohon diberikan saran dan kritik yang membangun.